Rabu, 04 September 2013

My Story Date 14

Maaf ya,kalau ada kesalahan posting dan kata,laptop rusak,posting
pakai hp jadul.

Minggu, 01 September 2013

Bus Hantu (DATE 14).

Ceritanya begini,saya pernah melakukan perjalanan dari jakarta ke
semarang buat urusan kantor,tapi waktunya mendesak banget,karena saya
pikir gak mungkin dapat transportasi udara atau travel(saat itu pukul
12 malam).Akhirnya saya memutuskan naik bis akap,awalnya sih biasa
saja,gak ada apa apa. Nunggu di cawang agak serem sih,takutnya rampok
tapi untung agak rame,saya tunggu setengah jam belum ada yang
datang,akhirnya saya agak mengantuk dan setengah sadar.
Ketika saya tersadar,tiba tiba keramaian tersebut menghilang dan
hadapan saya,otomatis saya menjadi lebih waspada akan rampok.
Beberapa menit kemudian datang sebuah bis berwarna kuning yang
bertujuan semarang menghampiri halte tempat saya menunggu.
Ketika saya mau naik,saya merasakan hal aneh karena bis itu tampak
sangat lenggang,karena hanya 2 penumpang(saya dan kondektornya).Ya
sudahlah pikir saya mungkin saja lagi sepi,sekitar 10 menit kemudian
saya setengah sadar lagi karena memang sejak awal nggak mengantuk lalu
saya ingat menaruh tas di bawah untuk di pindahkan ke pangkuan saya.
Ketika saya mengambil tas,saya tengok ke samping ternyata ada
penumpang seorang nenek nenek,sejak kapan pikir saya.Lalu saat mau
tidur lagi saya merasa ada yang memperhatikan saya,ternya ada sebuah
bola mata yang mengintip dari sela sela kursi
,"ah..mungkin anak kecil!."pikiran saya ketika saya melihat ke arah
jendela(maksudnya yang arah ke atas kaca karena bisa liat sebagian ke
belakang).
Saya baru sadar semua orang di bus itu pakai baju putih kecuali saya
di situ saya mulai merasakan sesuatu yang ganjil dan aku tersadar
bahwa aku naik bus yang salah!."dalam hati aku berdoa semoga nenek itu
tidak mengajak aku berkomunikasi ,aku hanya bisa menutup wajah dan
berdoa di sepanjang perjalanan.Tiba tiba bus itu berhenti sekitar 1
jam,lalu kondektor berkata sudah sampai di semarang!.
,"ha???gila khan baru 1 jam.Tanpa pikir panjang saya turun daripada di
makan setan setelah membayar kondektur yang katanya cuma 1000 rupiah
kemudian saya di beri karcis seperti ini
DJAKARTA-SEMARANG
HARGA TIKET=1000 RUPIAH
1956
Dan benar ternyata saya sudah sampai di Semarang,tanpa pikir panjng
langsung cari ojek menuju hotel yang saya booking,padahal untuk
keesokan harinya,malam itu saya nggak bisa tidur.
Naik bus kecepatan pesawat dengan ongkos kopaja.

In Memoriam Abangku bag 2(DATE 14).

Banyak kisah yang di ceritakan oleh teman teman abangku terkait
kematiannya.Di ceritakan abangku(bila di rinci waktunya setelah
mengantarku ke rumah Maya).abangku sempat mengunjungi rumah teman
temannya alumni SMA dan berpesan agar mereka datang ke rumah jam tujuh
malam karena ada acara selamatan(ternyata memang benar di hari itu ada
selamatan meninggalnya abangku tepat jam 7 malam).
Irfan,salah satu teman akrabnya menjadi curiga dan memutuskan untuk
membututi abangku pergi,betapa terkejutnya Irfan saat menyaksikan
motor yang di kendarai abang oleng ke kiri tanpa ada sesuatu yang
menyenggolnya atau ada lubang untuk di hindari dan motor itu berputar
searah jarum jam dengan posisi tubuh oleng masih berada di atas jok
dan kedua tangan memegang stang motor.
Kepalanya terbentur di pinggiran tembok jembatan berputar lagi dan
terbentur untuk kedua kalinya.
Irfan segera berhenti dan mencoba untuk membangunkan abang yang saat
itu tubuhnya tidak mengeluarkan darah seperti tidak pernah terjadi
kecelakaan sama sekali.Tidak ada kendaraan atau orang lain yang lewat
saat itu,benar benar sepi,hanya mereka berdua,entah bagaimana
kelanjutannya sehingga Irfan berhasil memanggil polisi dan ambulans
untuk mengangkut tubuh abang namun yang mengejutkan adalah saat Irfan
membuka helm full face yang masih dalam kondisi bagus(sekali lagi
seperti tidak pernah terjadi kecelakaan,ternyata kepala abang sudah
terbelah dua dengan otak yang terburai keluar,hal ini sempat membuat
Irfan hampir hilang ingatan selama beberapa minggu karena terbayang
peristiwa itu.
Kejadian aneh kedua yang di alami oleh teman dekat abang di
universitas Tidar-Magelang,dua minggu setelah kematian abang,temannya
itu bermimpi di datangi oleh abang namun tanpa kepala.Abang hanya
menyerahkan cincin kesayangannya dan berpesan untuk merawat cincin
itu.
Setelah bangun,temannya kaget karena tiba tiba melihat cincin abang
sudah tergeletak di meja belajarnya.
Karena penasaran,temannya pergi berkunjung ke rumahku dan menceritakan
tentang mimpinya tanpa dia tahu bahwa abang sudah meninggal.
Tentu saja hal ini membuat temannya abang menjadi kaget dan sedih.
lalu kejadian aneh ketiga adalah kejadian yang beberapa kali di alami
oleh keluargaku setiap jum"at malam sekitar jam 11.00 dan sabtu malam
sekitar jam 03.00 akan terdengar langkah kaki abang yang berjalan dari
pintu garasi ke arah kamarnya lalu berhenti di depan pintu kamar.
Semasa hidup,almarhum selalu pulang dari Magelang setiap malam jum'at
sekitar jam 11.00 lalu bila hari sabtu sekitar jam 03.00 karena
menghabiskan waktu dengan teman temannya di Semarang.
Cerita terkait dengan hal ini di dapat dari Pramuwisma di rumah yang sengaja
kami minta untuk menempati kamar abang(ayah memutuskan kamar abang
menjadi kamar Pramuwisma agar tidak kosong).Di depan pintu kamar abang
terdapat tirai dari rumah keong(yang jaman dahulu pernah happening
tirai rumah keong).Dan di hari serta jam yang kusebutkan tadi,Pramuwisma
bercerita bahwa terdengar langkah kaki dari arah garasi(garasi dan
kamar abang bersebelahan)dan berhenti di depan pintu kamar setelah itu
terdengar tirai rumah keong yang di hempas berkali kali seolah ada
energi yang berusaha masuk kedalam kamar namun tidak bisa.
Sedang aku sendiri hanya sesekali melihat dan merasakan kehadiran
abang di tepi kasur,sambil menutup muka dan memegang lembut tanganku.
Atau melihat abang menonton TV tengah malam.Namun sedetik kemudian
terlihat TV dalam keadaan mati dan tidak apa siapapun di sana selain
aku.
Abang sangat suka menonton RCTI dan seringnya saat aku(yang kala itu
getol getolnya menonton MTV) tiba tiba berubah menjadi RCTI,tanpa
seorangpun memencet tombol TV.
terus saja begitu sampai aku mengucapkan,"adek,mau menonton MTV nya
bang,jangan di ganti dulu channelnya,boleh khan?."
setelah itu baru deh berhenti.
Itulah kisahku tentang abangku,entah kenapa aku tiba tiba teringat padanya.
Namun aku percaya abang sudah tenang di alamnya.

In Memoriam Abangku(DATE 14).

Aku memiliki satu kakak lelaki/abang,dia merupakan anak sulung dalam
keluargaku.Saat itu abangku menjadi salah satu mahasiswa fakultas
pertanian di Universitas Tidar,Magelang,namun setiap kali dia pulang
ke rumah,dia selalu menghabiskan waktu dengan teman teman di dekatnya
yang merupakan alumnus dari SMA CEPIRING ,KENDAL.
Ada beberapa dari mereka yang aku tahu namanya yaitu:Oni,Ali,Ilham dan
Irfan(Ilham dan Irfan adalah kakak beradik yang tinggal tak jauh dari kami).

Namun semenjak abangku merayakan ulang tahunnya yang ke 21 di tahun
1996,dia mulai menunjukkan perubahan sikap,sering terlihat
murung,melamun dan sangat manja pada ibu. abangku memiliki rambut yang
terbilang panjang,hampir tiap hari abang meminta ibu untuk menyisir
rambutnya.Dia yang biasanya paling malas untuk mengantar ibu ke suatu
tempat,saat itu justru sering menawarkan bantuannya untuk mengantar
walaupun sampai jauh malam.
Dua minggu setelah hari ulang tahunnya,tepat di hari Sabtu,aku
memiliki janji untuk bertemu temanku maya di rumahnya.
Kami akan membahas tentang acara perpisahan murid SMP di salah satu
rumah kami yang bernama Dipa.
Seperti biasa bila hari sabtu,rumahku sepi penghuni.Ayah dan ibuku
mengurus bisnis keluarga di daerah Salatiga.
Kakak keduaku masih dalam perjalanan dari kampusnya.Sedang kakak
ketigaku sudah dari pagi tadi pergi main ke rumah temannya.
Tinggal aku dan abangku yang saat itu sedang menonton TV.
Waktu menunjukkan pukul 10.00 wib,segera aku berganti pakaian di
kamarku dan menyemprotkan sedikit parfum(aku lebih suka wangi parfum
lelaki di banding parfum perempuan).Abang melihatku lalu menghampiriku
sambil membawa kaos kesayangannya.
,"mau kemana dek?."tanyanya dengan mata seolah sayu dan tatapan kosong.
,"kerumah maya bang,abang jaga rumah sebentar gak apa apakan?."
soalnya sudah terlanjur janji dengan rumah teman,"jelasku merasa
sedikit tidak enak karena harus meninggalkan abangku sendirian.
Lalu dia menyodorkan
kaosnya yang sedari tadi di pegangnya kepadaku.
,"pakailah kaos ini,"pintanya
,"gak usah bang,nanti kotor lho,itu kan kaos kesayanganmu,"tolakku halus.
,"pakailah kaos ini,"pintanya sekali lagi.
akhirnya aku mengganti pakaianku dengan kaos kesayanganku.
Abang menatapku sambil tersenyum.
,"yuk,abang antar ke rumah maya,naik motor mas ari aja ya,"ajaknya.
,"wah,makasih bang,tapi kenapa naik motor,mobil abang rusak?."tanyaku
kebingungan.
,"enggak rusak kok,abang juga mau mampir ke rumah teman nanti,lebih
leluasa kalo naik motor..Ayo kita pergi sekarang,"jelasnya sambil
menarik tanganku.
Untuk menuju rumah Maya harus melalui beberapa gang sempit.
,"hmm..ada benarnya juga,abangku menggunakan motor sebagai sarana transportasi.
Setiba di halaman rumah Maya,abangku tiba tiba berpamitan kepadaku.
,"abang pergi ya,dek!."sebentar lagi,abang akan di jemput.Kalo abang
pergi kamu jangan nakal,jangan pernah sakiti mama,"pesannya
kepadaku.Jujur aku benar benar di buatnya kebingungan.Saat itu aku
hanya bertanya.
,"mau pergi kemana?Dengan siapa?."yang jemput siapa,kalo abang pergi
yang jaga rumah siapa,"cecarku.
Abangku hanya tersenyum dan mengecup keningku(hal yang belum pernah
terjadi sebelumnya) lalu dia langsung melajukan motornya dan sempat
berhenti di ujung gang untuk sekedar melambaikan tangan padaku yang
kebingungan setengah mati.
,"kok kesini sendiri?."gak di antar ibu?."tanya ibunya Maya yang
biasanya ku panggil tante,saat aku berada di ambang pintu masuk
,"tadi di antar abang,tante..ibu pergi dengan ayahku ke
salatiga,"jelasku sambil duduk setelah di persilahkan lho?."
,"sama abang,mana abangnya?."kok tante hanya lihat kamu tadi di
halaman sedang berdiri,kamu ngapain tadi,bukannya langsung?,"tanyanya
keheranan.
Aku mengerutkan kening
,"tadi ada abang kok tante,saya di antar naik motor,emang tante gak
liat!."sungguh aku benar benar kebingungan saat itu,oh ya??."terdiam
sejenak,"ah..pasti mata saya nih yang salah,maklum sudah tua,"jawab
tante sambil tersayang.Akhirnya aku dan Maya berpamitan ke rumah Dipa.
Jam 13.15,telepon rumah Dipa berbunyi,nampaknya tante meminta kami
untuk sepera pulang sama sekali tidak ada firasat apapun di hatiku,ku
pikir mungkin orangtua tengah mencariku di rumah.Akhirnya aku pulang
di antar sopirnya Dipa ke rumah Maya dan dari rumah Maya,aku segera di
tarik ke sebuah becak oleh tante dan kami langsung menuju arah rumahku
.
namun ternyata becak itu tidak berhenti di depan gerbang rumah
melainkan terus menuju ke rumah sakit dan berhenti tepat ke UGD.aku
kebingungan menyaksikan beberapa teman dari abangku sudah berkumpul di
sana dengan muka yang galau. Sayup sayup terdengar suara teriakan
kakak keduaku di dalam UGD meraung dengan ceracau tak jelas,kupikir
telah terjadi sesuatu padanya,aku segera berlari ke dalam dan
menemukannya dalam keadaan mata sembab,bajunya basah dengan keringat
dan airmata sambil menangis kakak memberitahukan bahwa abang sudah
meninggal akibat kecelakaan motornya beberapa waktu lalu.Aku hanya
bisa terdiam membisu.